Netizen Tukang Bully

Oke, sesuai judulnya kali ini saya mau bahas soal netizen.

Netizen itu apa sih? Internet citizen alias masyarakat internet, berarti semua pengguna internet di dunia. Wuih, keren ya pasti rame banget itu. Ya, rame, saking ramenya, segala hal dikomentarin, baik yang penting maupun yang nggak penting. Dari semua jenis komentar, yang cukup menyita perhatian saya adalah soal bully-membully, terutama kalau ada yang bikin statement “nyeleneh” yang tak jarang dianggap bodoh oleh para netizen.

Misalkan ada yang bikin statement “bodoh” itu tadi, kira-kira apa yang bakal terjadi? Seperti yang kita tahu, pasti dibully, walaupun kenal juga nggak. Bully saja dulu. Setelah dibully lalu apa yang terjadi? Tentu saja adu argumen berujung kata-kata kasar ala kebun binatang.

Muncul pertanyaan, apakah memang seharusnya begitu? Etis nggak sih yang kayak begitu sebenarnya? Menurut hemat saya sih nggak ya. Beda pendapat itu biasa banget kok. Nabi saja mengajarkan supaya jangan kasar kepada sesama manusia. Ya, walaupun maksudnya cuma mau meluruskan tapi kalau caranya kasar ya siapa yang mau dengerin? Yang ada malah malas duluan. “Dih ini orang gini banget sih ngasih taunya..” kira-kira begitu.

Terus mesti bagaimana dong? Kalau nemu pernyataan aneh atau nyeleneh atau (maaf) bodoh ya sebaiknya kasih tahu baik-baik saja, kalau bisa lewat japri (jalur pribadi) misalnya WA. Minta orangnya untuk hapus postingannya, daripada jadi wadah caci-maki, iya kan? Kalau nggak kenal orangnya dan nggak punya japrinya bagaimana? Ya mending diam saja, berarti Anda nggak berhak komentar ini-itu soal dia. Saling kenal saja nggak, kan?

“Bicara yang baik atau diam”

Jadilah netizen yang baik, hindari bully-bullyan, nggak ada faedahnya.

Sekian.

Advertisements

Riding Bogor-Jakarta via Ciputat

Oke, pada artikel ini saya mau cerita sedikit tentang perjalanan saya dari Bogor ke Jakarta via Ciputat. Alasan kenapa lewat rute itu karena biasa lewat situ dan belum coba rute via Cibinong hehehe. Rute-nya kurang lebih seperti ini: Jl. Sholeh Iskandar – Parung – Sawangan – Ciputat – Jakarta. Simpel ya.

Pertama mulai dari Jl. Sholeh Iskandar, daerah yang sudah tidak asing bagi saya tentunya karena dekat rumah. Daerah sini juga mungkin banyak yang tahu ya, soalnya tol Sentul tembus ke jalan ini. Alhasil, tiap weekend jadi langganan macet. Dari sini kalau mau ke Parung tinggal lurus ke arah barat lalu di lampu merah dekat Lotte Mart ambil kanan. Di sini perlu sedikit hati-hati karena kontur jalanan yang tidak rata dan lampu merah yang biasanya mati kalau masih pagi buta.

Masuk daerah Kemang, Bogor (bukan yang di Jakarta Selatan), di sini ada beberapa SPBU jadi kalau mau isi bensin bisa di sini. Hati-hati dengan pengendara yang suka nyelonong karena di daerah ini banyak “puteran” atau U-turn. Lalu ke Parung, di sini perlu ekstra hati-hati sama yang namanya angkot. Serius, angkot di daerah ini sering nyebelin. Misalnya tiba-tiba pelan padahal itu jalur cepat. Beberapa kilometer ke depan, ada pasar. Di sini biasanya macet, lagi-lagi gara-gara angkot. Sabar aja, macetnya sebentar kok, hanya sekitar 5 menit saja.

Lurus lagi, masuk ke daerah Sawangan, Depok. Nah di sini kalau lagi sepi enak buat geber motor. Ingat ya, kalau lagi sepi. Di sini bisa 70 km/jam konstan, kalau lagi iseng bisa geber sampai 80 km/jam atau lebih. Jadi kalau lagi buru-buru, ngebutnya di sini aja. Hati-hati dengan speed trap atau polisi tidur yang kecil-kecil tapi ngagetin kalau nggak kelihatan. Satu lagi, tutup saluran air. Kalau ngebut wajib ambil jalur kanan karena di kiri banyak tutup saluran air yang menyembul.

Tripmeter sudah lebih dari 25 km berarti mulai masuk daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Wih, keren ya bisa naik motor lewatin 3 propinsi: Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta. Di daerah ini kalau rush hour Senin pagi biasanya macet di sekitar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN). Lumayan panjang macetnya, kalau lagi parah bisa sepanjang 3 km. Jalanan macet begini yang perlu diwaspadai tentu saja waktu menyalip. Kemampuan mengukur celah dan decision making menjadi sangat penting. Inilah seni mengendarai motor, walau kadang ngeselin sih ya hehehe.

Masuk Pondok Pinang, biasanya di sini masih macet juga, maklum rush hour. Tidak terlalu panjang, cuma sampai lampu merah setelah halte busway. Di lampu merah, belok kanan, masuk ke Jl. R. A. Kartini. Di sini biasanya ramai lancar sampai lampu merah Pondok Indah. Lurus lagi, lalu bersiap-siap macet di lampu merah Fatmawati. Di sini panjang antreannya memang nggak wajar. Kalau lagi apes bisa kebagian merah lebih dari 2 kali. Bagaimana tidak, waktu hijaunya cuma 48 detik. Sebentar banget kalau dibanding merahnya yang lebih dari 100 detik.

Selanjutnya, macet lagi bro hehehe. Kali ini di daerah Cilandak Town Square (Citos). Tidak terlalu panjang tapi lumayan juga panasnya karena waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi. Lanjut lagi lurus ke arah Kampung Rambutan. Selepas perempatan Ampera, macet lagi. Lewat “puteran” dekat lampu merah lalu macet lagi. Maklum Jakarta :p Setelah belok kiri akhirnya sampai juga ke daerah kostan. Fyuh, lumayan bikin berkeringat. Kalau dihitung-hitung jarak macet yang ditempuh hampir 10 km, wow panjang juga ya ternyata.

Sampai di kost, saya cek tripmeter untuk mengukur jarak perjalanan ternyata pas 45 km. Total waktu perjalanan 1 jam 50 menit. Padahal kalau nggak macet bisa kurang dari sejam lho :p

 

imagePas 45 km

Seru ya berkendara dari Bogor ke Jakarta, yang nggak seru cuma macetnya :)) Nggak apa-apa lah, cuma seminggu sekali ini hehehe.

Mau coba?

Ban Berminyak

Ah.. sudah lama tidak membuka blog ini. Sudah lumutan sepertinya.

Kali ini mau share pengalaman seputar ban motor. Jadi begini, beberapa hari lalu saya mengalami kejadian yang lumayan aneh (menurut saya). Waktu itu hari Sabtu sore, cuaca hujan, jalanan basah kuyup. Saya memacu motor di kecepatan sekitar 30-40 km/jam masuk ke tikungan parabolik. Tidak disangka-sangka, ban belakang sliding seperti mau jatuh. Kaget banget kan, padahal nggak ngebut. Ada apa ya?

Sekitar 10 menit kemudian, kejadian serupa terulang lagi. Kali ini di kecepatan sangat rendah, tapi masih sliding juga (??). Saya makin bertanya-tanya ada apa gerangan di ban motor saya. Keesokan harinya, saya coba cek ban motor.

Ternyata, ban belakang berminyak. Cuma bagian pinggir sih, tapi tetap saja bahaya. Pokoknya kalau di jalanan basah nggak bisa miring sedikit aja, bahaya soalnya. Langsung deh saya bersihkan minyaknya pakai tisu sampai kering. Kemudian sore harinya dibawa jalan lagi, dan lagi-lagi cuaca hujan. Tidak ada lagi gejala sliding di ban belakang, berarti benar gara-gara ban berminyak. Hadeuh. Saya heran juga itu minyak asalnya dari mana. Ada yang pernah mengalami seperti ini?

Cari Jalan

Oke, sesuai judulnya, kali ini saya mau cerita soal cari-cari jalan. Di mana? Di Jakarta. Sudah hampir 3 tahun wara-wiri di Jakarta, tentunya sudah sering kesana-kemari. Naik apa biasanya? Ya tergantung apa yang ada, kalau motor bisa dipakai ya naik motor, kalau enggak ya paling naik transajakarta, metromini, kopaja, mikrolet atau sejenisnya yang murah meriah. Ojek? Hampir enggak pernah, baru 2 kali. Taksi? Apalagi, enggak pernah (seriusan bro). Nah lalu apa tantangannya kalau jarang naik ojek dan taksi di Jakarta? Tentu saja: NYARI JALANNYA ITU LHO BRO.

Pertama, kalau pakai angkutan umum, gimana cara nyari jalannya? Yang perlu disiapkan: internet. Internet doang? Iya. Tentukan dulu mau naik apa, misalnya transjakarta. Download deh peta rute transjakarta, terus perhatikan halte-haltenya, cari yang terdekat. Nah dari situ googling lagi untuk mencari tahu angkutan umum apa yang bisa dinaiki untuk sampai tujuan. Catet deh, hapalin kalau perlu. Cukup simpel ya, biasanya saya pakai cara ini kalau ada internet. Kalau ga ada ya tanya-tanya orang aja. Tapi tanyanya lebih dari satu orang, bisa aja kan ada salah satu yang ngaco hehehe. Malu bertanya, sesat di jalan mana ini waduuuhh..

Nah kalau naik motor sendiri gimana? Senjata utama tentu saja Google Maps. Pakai street view kalau bisa. Di tiap persimpangan, buka street view nya, lihat patokannya, pilih belokannya, supaya nanti gak salah belok. Ini tantangannya kalau naik motor pakai navigasi, gak bisa sambil lihat hape, jadi ya mau nggak mau harus dihapal. Sebenarnya bisa juga sih pakai GPS yang pakai suara itu, didengerin pakai headset. Tapi kalau sinyal GPS bapuk kan ribet, nanti telat ngasih tahunya. Kalau misalnya lupa gimana? Perhatikan aja petunjuk jalan, pilih yang mengarah ke tujuan. Jadi, sebelumnya kita hapalkan dulu urutan titik-titiknya. Misal dari Ragunan mau ke PRJ. Pertama ke Wr. Buncit, terus ke Kuningan – Menteng – Monas – Gn Sahari – Angkasa – PRJ. Nah, titik-titik itu perlu dihapal sehingga kalaupun salah belok di tengah perjalanan, masih bisa kembali ke jalan yang benar (bukan tobat). Kalau masih lupa juga? Ya udah, tanya-tanya orang aja :)) Ribet sih, tapi seru hehe.

Kalau naik mobil? Ini lebih simpel, soalnya bisa kan tuh pasang GPS di dashboard, tinggal ikutin aja, ga perlu repot-repot ngapalin. Kalau misal ada problem, problem-nya sama seperti yang sudah dijelaskan tadi: sinyal GPS bapuk. Kalau sinyal hilang? Lagi-lagi pakai jurus pamungkas: tanya orang :))

Oke sekian aja tipsnya, semoga selamat sampai tujuan 🙂

What are the most common life mistakes young people make?

Answer by James Altucher:

Snoop Dogg says he wants to be CEO of Twitter. This sounds ridiculous but maybe it isn't.

I'll tell you why in a second.

But first: common life mistakes young people make:

– HAVE AN OPINION

What opinion can you possibly have? Global warming? Ok, good luck changing the world. War? Ok, good luck stopping the $200 billion defense lobbying industry from having war.

She/He should treat me better! Again…good luck.

People say to me, "if everyone thought like you then the world would be a mess."

Oh really? I have one word to say back (which breaks my later statement about defending myself).

"Manure"

4.5 million tons of manure were being dropped on the streets of Manhattan in 1890, EVERY YEAR, by horses carrying people to work.

That was the big environmental problem of the day. "NYC will be buried in horse manure by 1950!" screamed the headlines.

It doesn't matter what your opinion about this was. None of the people living in NY solved the problem despite the 1000s of opinions.

People with passion for mechanics in Detroit made something called a car.

Problem solved.

Do what YOU love to do today. Surrender to the results. The more you surrender, the more results there will be.

The way you solve the world's problems is to solve your problems. Then trust.

-THERE IS SOMETHING SPECIAL YOU ARE HERE TO DO

You realize there are 8.7 million different species on the planet. Do you think the trillions of members of all of them were put on this Earth with a special purpose? Like they have to be an opera singer. Or solve a hard math problem?

There's 1000 different species (species, not individual organisms, which are around 10,000,000) living on your body right now. 80 in your mouth. So you better shut up.

The last part of our body to evolve was our pre-frontal cortex, which allows us to adapt to different environments. No other species has one.

This let us move from hot Africa to cold Alaska and every place in between.
But it also is the part of our body that makes us think we have a special purpose.

Our own unique little, private purpose which will win us awards and acclaim and make us feel better.

We don't.

But I understand you feel that way if you are young.

So here's the solution and it works and can be applied at any age: get good at three or four or give things.

Then find the intersection.

Then become the best in the world at the intersection. That's how you can pretend to do your special purpose.

When I say "get good" it doesn't mean 10,000 hours of practice with intent.
Maybe it means 1000 hours. Or even less.

Then if you get good at 5 things you've now the only one in the world who has put 1000s of hours into the intersection.

Now you're the best in the world at that.

– TALKING

You really don't have to talk as much as you do.

The average human says 10,000 words a day. Maybe cut that in half. Or say nothing.

I tried saying nothing for a whole day the other day. It's hard. But it felt like magic when I finally spoke again. I valued every word that came out of my mouth.

But try to talk less when you're young and know nothing.

Like when you're 19 years old and you want to talk about the status of your relationship.

There is no status. You're 19.

Guess what. Even if you're 50 you don't need to talk about it. Treat the other person nice. Then your status will be good.

If you hit the person you are living with then your status won't be good.
Talking won't do anything.

This holds for most things.

Listen to me.

Or better yet, just listen.

-YOU HAVE NO CAREER

The average person has 14 careers. And that number is probably going up.

My careers have been: academia, computer programmer, writer, "web series creator", CEO of a web design company, day trader, hedge fund manager, writer about finance, venture capitalist, book writer, speaker, internet entrepreneur (made a website that got popular), deal maker, self-improvement blogger and book writer, podcaster, and a few more I'd rather not say because they are either horribly embarrassing or might get me into legal trouble.

Young people say, "I don't know what I want to do when I grow up." Or "I want to be a doctor".

These two statements have a 99% chance of being wrong.

I got an email a few weeks ago: "I'm a nurse and I have $210,000 in student loan debt and now I don't even want to be a nurse. What should I do?"

I don't know. You're probably screwed.

– I NEED X TO GET Y

"I need to look good (or have a good job), to meet a boyfriend/girlfriend."
"I need to have a million dollars before I can write a novel and relax".
"I need to go to travel the world to get life experience."
"I need to do what my parents say."
"I need to go to go a gym to get healthy".

Here's the reality that many people don't get.

There are many paths to that mysterious "Y". Don't assume you know what they are.

I told my daughter something the other day. I said, "you know that quote I always tell you?"

She said, "Ugh. 'There's always a good reason and a real reason'."

"Ok, I'm going to tell you another one.

'There's always a back door.' "

"What does that even mean," she said. We were walking around Washington Square Park. She was looking with envy at all the college students walking around. I think she wants to be one.

"It's ok if you don't know what it means," I said. "I can't explain it. Just don't assume the front door is the only way to enter something you want."

Right now Snoop Dogg is saying he wants to be the CEO of Twitter.

That's never going to happen. But he can say it can. And then maybe it will. Who knows?

I'm sure he's said 1000 ridiculous things in his life. And you know what? 1% of them have happened and have created an amazing life for him.

The rest of us don't say any of these ridiculous things. So nothing ridiculous and amazing happens to us.

– IF I DON'T DO THIS THEN BAD THINGS WILL HAPPEN

"If I don't go to college I can't get a job"
"If I don't get a house, I won't have roots. I'll waste money on rent."
"If I don't have money, I won't be able to buy anything. People won't like me."

Society is very powerful. We get 2500 media messages a day telling us our Dos and our Dont's.

All 2500 of those message are wrong. How do I know? Because people wouldn't have to pay to show you those messages if they are right.

They know the messages are wrong so they pay to put them in front of you.

If you believe the messages then you would think you can join the army, and either A) choose to go to war or B) go hiking and learn computer programming at the same time.

You can't.

(the real army)

Don't let the media messages program your brain.

Don't let the media messages predict the future. Because it's a fake future.

– YOU CAN'T LEAVE

Young people think they can't leave.

How many times did I spend an extra year in a relationship, or a city, or a job, or a school, because I was afraid to leave.

Afraid I had the power to truly hurt someone with my decision.

You can get up and leave right now if you are not happy or if you want to do something new.

– YOU HAVE TO DEFEND

In the next 60 years, a lot of people are going to hate you.

In fact, the more people you try to help, the more people will hate you. I don't know why this rule exists but it does.

For every ten people you help, one person will hate you. And you will want to defend, to explain, to argue, to respond back.

You can't change their mind. They are going to hate you no matter what. They are going to try and get in your head so you wake up thinking about them.

Delete them. Delete their comments, their emails, their connections to you, any contact you have with them. You can't change them. You can change YOU to not care.

The more haters you have, it means you will have 10 times the number of people who love you but are silent.

When they offend, don't defend.

Don't forget one thing:

You are the coach of your future self. You are the only coach of your future self.

Everything that happens in your future is a direct result of what you do today.

I've made a lot of money and lost it miserably and got scared and depressed and cheated and ran and hurt and cried and was suicidal.
 
None of that helped my future self.

Here's what did, when I was at my lowest and darkest moments. When I had the pills right in front of me. When my kids were asleep in their bedrooms and the night kept ticking away in my brain, refusing to let me sleep, refusing to stop my heart from racing in panic.

I took a walk every day.

I stopped dealing with the people who I felt bad around. This was very very painful to me. But better that then dying. Or defending.

 I spent more time with the people who I felt good to be around.

I started reading every day. Only 40% of people who graduate college ever read a book again. If you are in the 60% you are 1000x ahead of everyone else.

I started writing down 10 ideas a day. Then I started sending ideas to people, without expectation back, with the hopes that the ideas would help people.

I forced myself to practice being grateful for everything I had. Two arms. Two daughters. A friend. Then two friends. Then three.

The more grateful you are, the more you attract things to be grateful for.

And by doing so, all the mistakes I made in my youth started to change.

What are the most common life mistakes young people make?

AFAID 2013: Mulai Dari Antrean Panjang, Mencari Tas, hingga Konser Anisong

Hari Sabtu, 7 September 2013. Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Pagi hari pukul 06.30 saya bersiap-siap pergi ke Jakarta Convention Center untuk mengikuti event Anime Festival Asia Indonesia 2013 (AFAID 2013). Pukul 07.15 saya tiba di JCC lalu mulai mengantre di antrean VIP untuk menukarkan voucher RajaKarcis dengan tiket konser AFAID.

Antrean sudah sangat panjang padahal saya sudah datang pagi-pagi, ticket box pun belum dibuka, karena baru akan dibuka jam 8 pagi. Itupun antrean VIP, belum lagi antrean tiket exhibition only/exhibition+stage itu lebih panjang lagi. Untungnya antrean bergerak lumayan cepat, pukul 8.35 saya sudah memperoleh tiket. Saya kemudian mengantre untuk masuk ke exhibition hall. Awalnya sih tidak mau masuk cepat-cepat tapi insting saya mengatakan bahwa saya harus segera masuk.

Saya mengantri di antrean khusus pelanggan Indosat. Anehnya saya cuma ditanya “Anda pelanggan Indosat?” Saya jawab ya, tanpa pemeriksaan apapun walau saya sudah menyodorkan handphone untuk dicek petugas. Kalau begitu sih berarti ngaku-ngaku pakai Indosat juga bisa dong, lumayan kan ngantrenya jadi lebih cepat, hehe. Pukul 10.00 saya masuk entrance untuk mengambil undian autograph Kalafina. Dan.. menang undian! Alhamdulillah. FYI, pemegang tiket VIP belum tentu mendapatkan autograph artist anisong. Untung saja saya memutuskan untuk cepat masuk, jika tidak kupon undian keburu habis. Yang datang sekitar jam 12 pun katanya sudah kehabisan kupon undian. Insting memang tidak logis tapi seringkali benar, hehe.

Karena hall baru dibuka, suasana saat itu belum begitu ramai, masih bisa wara-wiri dengan santai. Saya melihat-lihat stand di lantai satu, dua, dan basement, tapi tidak ada yang benar-benar menarik, maklum saya memang tidak mengoleksi model kit, action figure, artwork, maupun merchandise anime lainnya. Saya hanya menikmati film dan soundtracknya saja. Saya memutuskan untuk menonton di stage saja, dimulai dengan pemutaran anime Mahou Shoujo Madoka Magica the movie. Walaupun namanya movie, itu sebenarnya cuma rekap dari seriesnya saja. Jalan cerita tetap sama, namun yang jelas beda suasana, biasanya kan di depan laptop, hehe.

Pukul 12.15 movie pun selesai, saya keluar sejenak untuk ke restroom, lalu makan dan shalat dzuhur. Keluar dari restroom, betapa terkejutnya saya melihat antrean menuju food court di basement. Antreannya sangat parah layaknya kemacetan di puncak. Untuk turun ke basement pun nyaris tak bergerak. Bayangkan. Saya memutuskan putar balik ke arah stage untuk melihat artist anisong berdiri di panggung, bukan untuk menyanyi tapi untuk menyampaikan sepatah dua patah kata kepada penonton. Artist yang tampil ketika itu adalah semua artist yang tampil di konser, yaitu Eir Aoi, Aya Hirano, May’n, fripSide, BABYMETAL, dan Kalafina.

Sesi sambutan artist anisong berakhir sekitar pukul 13.30. Saya langsung ke basement untuk makan siang, untungnya antrean sudah mendingan. Selesai mengantre hotdog kira-kira pukul 14.15, saya bertemu dengan Rizal, teman saya sejak SMP. Kemudian saya menitipkan tas ke Rizal karena mau shalat dzuhur. Selesai shalat, saya terkejut karena Rizal sudah tidak ada di tempat kami berkumpul tadi. Saya pun menelepon Rizal untuk menanyakan dimana posisi dia namun tidak ada sinyal sehingga sangat sulit berkomunikasi. Saya harus keluar hall dulu untuk meraih sinyal. Namun ternyata tidak sesuai harapan, sinyal tetap tidak ada. Saya balik lagi ke basement mencari Rizal, kebingungan seperti anak hilang, tanpa membawa tas yang notabene ada laptop di dalamnya. Dua puluh menit berlalu,saat itu pukul 14.50 saya balik lagi keluar hall, untungnya ada sinyal sehingga saya akhirnya tersambung ke Rizal. Posisi dia ternyata sedang menunggu di meja resepsionis tepat pendaftaran autograph. Saya pun bergegas ke sana untuk mengambil tas seraya berkata, alhamdulillah tepat waktu. Tepat waktu karena saya harus mendaftar autograph pada pukul 15.15. Jadi istilahnya saya mencari Rizal dengan diberi time limit gitu, dengan kondisi sinyal handphone yang sangat sangat busuk, hehe. Saya tanya Rizal, kenapa tadi pindah posisi? Ternyata karena kondisi di basement dekat musholla saat itu sangat tidak kondusif. Terlalu padat, orang-orang pun duduk-duduk di pinggir lorong untuk istirahat dan makan. Karena menghalangi jalan, beberapa yang duduk ditertibkan, disuruh pindah ke tempat lain (termasuk Rizal juga). Oh, I see. Jadi begitu kejadiannya, untung berakhir dengan happy ending, yeeaay.

Pukul 15.15, antrean autograph  dibuka. Saya menyerahkan kupon undian autograph dengan senang hati kemudian saya menerima poster yang sudah ditandatangani Kalafina, diserahkan langsung oleh mereka! Saya dan mereka saling meng-arigatou-kan. Maksudnya, saya bilang “arigatou” (terima kasih), mereka juga bilang “arigatou.” Singkat hanya beberapa detik tapi rasanya sangat memuaskan. Kalau pernah ngefans sama artist/idol pasti ngerti lah ya rasanya gimana.

Kemudian saya dan Rizal masuk stage lagi untuk menonton penampilan para cosplayer yang turut mengisi acara AFAID, dengan Danny Choo sebagai host. Jujur saja kalau perihal cosplay saya sama sekali tidak up to date, saya tidak kenal satupun dari mereka, hahaha. Tapi lumayan lah untuk mengisi waktu sebelum bersiap-siap nonton konser anisong yang akan dimulai pukul 18.30. Cosplayer di AFA jumlahnya sangat banyak, seliweran dimana-mana sampai seringkali menghalangi jalan gara-gara banyak yang minta foto bareng. Dari sekian banyak cosplayer yg hadir, hanya beberapa saja yang berhak berdiri di stage. Selain bintang tamu yang notabene cosplayer kondang, cosplayer yang menang lomba pun diberi kesempatan tampil di stage. Itu dari segi kuantitas, dari segi kualitas pun bermacam-macam, mulai dari yang cantik dan keren hingga yang seakan minta didorong ke jalur busway (saking parahnya), ahahaha.

Sekitar pukul 17.00 acara cosplay sudah selesai, kami (saya dan Rizal) pun membeli makanan di food court, yaitu bento. Akhirnya makan nasi juga, haha maklum orang Indonesia. Lalu kami melihat-lihat keadaan sekitar stage ternyata yang memegang tiket standing dan GA sudah mengantre masuk stage. Hmm, itu kan menjelang maghrib, apa gak pada shalat dulu ya?. Tapi harusnya sih bisa masuk lagi setelah keluar asalkan tiket tetap di tangan. Kalau kami karena sama-sama beli tiket VIP jadinya shalat maghrib dulu sebelum masuk stage, toh di tiket ada nomor kursi jadi pasti kebagian tempat.

Selesai shalat maghrib kami masuk stage dan langsung mencari tempat duduk masing-masing. Nomor tempat duduk yang tertera di tiket saya adalah N-19, sedangkan Rizal saya agak lupa tapi seingat saya sih dia lebih depan dari saya. Beberapa menit duduk, akhirnya artist pertama tampil di stage, merekalah fripSide! Mereka menyanyikan lagu-lagu soundtrack anime, sebagian besar dari anime To Aru Kagaku no Railgun. Saya tidak hapal lagu-lagunya, animenya pun belum nonton jadi saya lebih sering duduk daripada berdiri pegang glowstick. Lagu mereka aliran pop dengan nuansa techno dan electronic. Tipikal soundtrack anime yang catchy. Setelah mereka selesai tampil, BABYMETAL muncul. Sesuai namanya, genre musik mereka keras, kental unsur metal walaupun menurut saya masih banyak unsur pop dan electronic. Beberapa lagu sangat menggoda untuk headbanging layaknya menonton konser metal. Yang menarik adalah, para personel BABYMETAL tidak berparas seram tetapi justru lucu dan imut karena mereka adalah gadis remaja. Mereka menyanyi diiringi live band yang memainkan instrumen musik metal tentunya. Kadang saya lebih tertarik melihat mereka menabuh drum dan memainkan gitarnya karena memang terlihat skillful dan menjiwai.

Setelah BABYMETAL selesai perform, saya kira Kalafina bakal langsung tampil ternyata ada artist lain yang tidak saya lihat di line up. Saya lupa mereka siapa, yang jelas mereka dari Akihabara. Bukan, bukan AKB48, tapi semacam idol group juga sepertinya. Mereka membawakan lagu-lagu yang saya tidak tahu itu lagu apa, haha. Sepertinya mereka memang tergolong artist baru. Maka saya hanya duduk-duduk saja tanpa mengayunkan glowstick. Sesekali menguap.

Mereka pun selesai perform, saya dan semua penonton konser menunggu-nunggu tampilnya Kalafina. Namun 15 menit berlalu, belum muncul juga. Tiga puluh menit, belum juga. Sedikit lewat 30 menit, akhirnya backsound yang diulang-ulang terus pun dihentikan. Penonton bersorak. Benar saja, di layar tertulis “Coming up Next. Kalafina.” Penonton lanjut bersorak memanggil-manggil nama personil Kalafina. “KEIKO!” “WAKANA!” “HIKARU!” Begitulah kira-kira suasana venue saat itu. Stage seketika gelap, di layar ditampilkan video pembuka konser, diiringi overture khas Kalafina. Tentunya beda dengan overture ala AKB48. Overture Kalafina lebih kalem, sesuai dengan genre musik mereka.

Overture selesai. Kalafina berdiri di stage. Lagu pertama yaitu “oblivious,” soundtrack Kara no Kyoukai episode 1. Lagu yang epic seperti biasa, menariknya adalah, waktu single oblivious diluncurkan ke pasar, Hikaru belum bergabung dengan Kalafina. Jadi, ada warna tersendiri ketika live performance. Yang saya rasa agak kurang adalah choir Wakana agak menurun dibanding waktu dulu. Saya juga kurang tahu pasti sebabnya tapi sejak single Hikari Furu sudah terasa. Lanjut lagu berikutnya, “Consolation.” Lagu tersebut bukan soundtrack anime tapi lagu baru yang ada di album terbaru mereka dengan judul sama, “Consolation.” Lagu ketiga adalah “ひかりふる” (Hikari Furu). Lagu melankolis yang merupakan soundtrack Mahou Shoujo Madoka Magica the movie. Lagu ini semacam “vocal version” dari salah satu lagu di OST Madoka Magica yang di-compose oleh Kajiura Yuki: “Sagitta Luminis.” FYI, Kajiura Yuki adalah composer ternama asal Jepang yang mendirikan Kalafina, membuat lirik, serta mengaransemen semua lagu Kalafina.

Dua lagu selanjutnya adalah soundtrack anime Fate/Zero yaitu ” 満天” (Manten) dan “to the beginning”. Penonton langsung beramai-ramai berdiri dan nge-chant ketika lagu “to the beginning” dimulai. Maklum lagu tersebut adalah opening song Fate/Zero, wajar kalau banyak yang tahu lagunya. Tempo lagunya juga lebih cepat jadi lebih enak untuk chant. “Oy oy oy.” Yah begitulah kira-kira. Lagu keenam adalah “音楽” (Ongaku) yang juga bukan soundtrack anime, jadi tidak banyak yang tahu. Namun karena lagunya cathcy, easy listening dan bertempo cepat, penonton jadi mudah mengikuti sambil nge-chant. Terakhir, adalah lagu “未来” (Mirai), salah satu soundtrack Madoka Magica the movie juga. Merupakan “vocal version” dari “Credens Justitiam” karya Kajiura Yuki.

Itulah ketujuh lagu yang dinyanyikan Kalafina. Konser yang sangat indah dan epic, membuat merinding. Aransemen musik dan vokal yang indah. Suasana venue yang semarak. Belum lagi, sesi MC dari mereka untuk berinteraksi dengan penonton. Walaupun pakai bahasa Jepang dan saya tidak mengerti mereka ngomong apa, tetapi saya tetap menikmati. Benar-benar pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan. Priceless. Walaupun tetap perlu uang untuk bayar tiket, tetapi pengalaman menonton mereka secara langsung adalah priceless.

Konser selesai. Penonton bertepuk tangan lalu meninggalkan stage. Saya kemudian menghampiri stand Sony yang ternyata sedang menjual CD Kalafina: Consolation. Wah, saya sangat beruntung ternyata Kalafina sudah resmi menjual albumnya di Indonesia! Saya pun membeli satu CD seharga 85 ribu rupiah tersebut. Saya bertemu dengan Rizal lagi lalu berjalan ke pintu keluar. Alangkah terkejutnya saya melihat hujan turun dengan cukup deras. Karena saya ke JCC naik motor dan tidak membawa jas hujan, maka mau tidak mau saya harus menunggu hingga hujan reda. Entah kapan redanya. Rizal sudah lebih dulu pulang, jadi saya menunggu sendirian. Sekitar pukul 22.15, hujan akhirnya reda. Saya berangkat pulang, lalu tiba-tiba hujan mulai deras lagi. Saya lanjut berkendara saja, alhamdulillah hujannya reda lagi. Saya sampai kamar dengan celana cukup basah, sepatu juga. Tapi untungnya poster yang ditandatangani Kalafina tidak basah. Alhamdulillah.

Selesai shalat Isya, saya “tepar” langsung tidur. Setelah capek wara-wiri dan berdesak-desakan akhirnya bisa guling-guling di kasur lagi. Very tiring, but was worth it. Really. Totally worth it.